Kata kerja bentuk te-kei memiliki beberapa fungsi yaitu : sebagai penanda sedang melakukan sesuatu, apabila ditambahkan akhiran imasu/iru, dan sebagai penanda kalimat perintah.
Untuk merubah kata kerja bentuk kamus menjadi bentuk te-kei maka digunakan rumus sebagai berikut :
Kata kerja jenis Godan doushi/kk 1
Kata kerja yang berakhiran “U”,”Tsu”,” Ru” maka akhiran tersebut berubah menjadi “tte”. Contoh :
Kau : Katte
Membeli
Katsu : Katte
Memenangkan
Toru : Totte
Mengambil
Kata kerja yang berakhiran “Mu” “Nu” “Bu” maka akhiran tersebut berubah menjadi “nde”
Contoh :
Asobu : Asonde
Bermain
Yomu : Yonde
Membaca
Nomu : Nonde
Minum
Kata kerja yang berakhiran “Ku” berubah menjadi ite, akhiran “gu” menjadi “ide” akhiran “su” menjadi shite
Contoh :
Oyogu : Oyoide
Berenang
Kaku : kaite
Menulis
Hanasu : Hanashite
Berbicara
Kata kerja jenis ichidan doushi/kk2 yang memiliki akhiran “iru” dan “eru”, maka akhiran tersebut berubah menjadi te.
Contoh
Taberu : Tabete
Memakan
Hashiru : Hashite
Berlari
Kata kerja jenis Fukisoku doushi/kk 3 yang hanya memiliki dua bentuk yaitu :
Suru : shite
Kuru : kite
Home »
Bahasa Jepang
,
Featured
,
Grammar
,
Tata Bahasa
» Perubahan Kata Kerja Menjadi Bentuk te-kei Dalam Bahasa Jepang
Perubahan Kata Kerja Menjadi Bentuk te-kei Dalam Bahasa Jepang
Posted by akank
on May 08, 2015

0 comments:
Post a Comment